World News

More on this category »

Entertainment

More on this category »
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Hari Raya Idhul Adha 1434 H

Written By suaraonlineterkini on Senin, 21 Oktober 2013 | 19.54

Hari Raya Idhul Adha 1434 H

Ikhlas Berkurban, Ikhlas Membayar Pajak

Hari Raya Idhul Adha baru saja berlalu. Idhul Adha biasa juga disebut sebagai Hari Raya Kurban, karena di saat itu umat Islam menjalankan salah satu perintahNya untuk melakukan penyembelihan hewan kurban. Kurban sendiri berawal dari perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS untuk membuktikan ketakwaannya dengan menyembelih Nabi Ismail AS, putra yang telah lama ditunggu-tunggu kelahirannya. Ibrahim berhasil membuktikan ketakwaannya dan Allah pun mengganti Ismail dengan seekor domba. Luluslah Ibrahim AS dan Ismail AS dari ujianNya.

Berawal dari peristiwa itulah, umat Islam disunahkan untuk melakukan kurban. Mungkin bagi sebagian kalangan ibadah kurban dianggap memberatkan, karena mereka harus menyiapkan dana yang cukup besar untuk dapat membeli hewan kurban. Namun dengan keikhlasan, bahkan banyak orang tergolong tidak mampu, berlomba-lomba menabung sehingga pada saat Idhul Adha mereka dapat ikut melaksanakan ibadah kurban.

Banyak dimensi dari kurban yang dapat kita petik hikmahnya selain dimensi keikhlasan, dimensi sosial salah satunya. Dari sisi sosial, ibadah kurban bukan hanya sekedar proses menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada yang berhak saja, lebih dari itu, ibadah kurban dapat mempererat silaturahmi antara golongan mampu, yang berkurban, dengan mereka yang tidak mampu, mereka yang menerima kurban.

Sebagaimana kurban, yang merupakan perintah dan ibadah kepada Allah, membayar pajak pun sesungguhnya juga merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah. Keduanya sama-sama memberikan manfaat kepada masyarakat terutama mereka yang miskin. Bahkan dapat dikatakan dalam banyak hal pajak merupakan bentuk aktualisasi strategis dari perintah Allah untuk melakukan sedekah, zakat, maupun kurban. Membayar pajak pun membutuhkan keikhlasan dalam melakukannya, sehingga tak lagi dirasa berat.

Setelah uang pajak terkumpul, negara akan memanfaatkan uang pajak untuk membiayai pembangunan, Dengan semakin banyak rakyat yang membayar pajak dengan benar, semakin banyak uang yang dimanfaatkan untuk pembangunan.

Selain sebagai sumber pendapatan negara, pajak juga berfungsi untuk mewujudkan keadilan sosial, yaitu dengan cara melakukan distribusi kesejahteraan. Hal ini dilaksanakan dengan menerapkan tarif pajak secara progresif, yaitu mengenakan pajak dengan tarif lebih tinggi bagi masyarakat yang berpenghasilan besar dan membebaskan pajak bagi yang kurang mampu.

Setelah sadar bahwa pajak juga merupakan salah satu ibadah pada Allah, maka kita pun akan dengan ikhlas membayar pajak. Terlebih dengan kesadaran bahwa membayar pajak pun merupakan salah satu pengejawantahan dari sabda Nabi Muhammad SAW, “sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia yang lain”, niscaya membayar pajak tidak lagi memberatkan. Mari sempurnakan ibadah kurban kita dengan membayar pajak secara benar. Selamat Hari Raya Idhul Adha.

 

KH. Abdullah Gymnastiar

KH. Abdullah Gymnastiar



PROFILE

Nama Asli KH. Abdullah Gymnastiar Nama Panggilan Nama Populer Aa Gym Tempat/Tanggal Lahir , 1 Januari 1970

BIOGRAFI

Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal dengan nama Aa Gym adalah seorang pendakwah, penyanyi, penulis buku dan penerbit, pengusaha dan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid yang terletak di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung. Cara dakwahnya yang unik dengan gaya teatrikal dengan pesan-pesan dakwah Islami yang praktis membuat Aa Gym dikenal.

Namun, kepopulerannya dan bisnisnya mengalami penurunan ketika Aa Gym yang telah menikah dengan Hj Ninih Muthmainnah atau dikenal juga dengan sebutan Teh Ninih, sejak tahun 1988 dan telah dikaruniai tujuh anak melakukan poligami dengan menikahi Alfarini Eridani atau dikenal juga dengan sebutan Teh Rini pada bulan Desember  2006.

Usaha Aa Gym diantaranya :
  • Pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid (DT) (1990)
  • Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT (1994)
  • Mendirikan penerbitan dan percetakan, swalayan dan mini market, warung telekomunikasi, dan lainnya di kantor Baitul Mal wat-Tamwil (BMT)
  • Mendirikan Radio Ummat (1999)
  • Mendirikan CV House and Building (HNB), PT MQs (Mutiata Qolbun Salim), PT Tabloid MQ, Asrama Daarul Muthmainnah 2000, Radio Bening Hati, dan membangun Gedung Serba Guna (1999)

 

Cabut Pentil Terus Sampai Pelaku Parkir Liar Sadar

Cabut Pentil Terus Sampai Pelaku Parkir Liar Sadar 

Konvoi Mobil Sport Mewah yang Langgar Aturan Harusnya Ditilang! 

Jakarta - Jumlah orang yang kebingungan karena pentil ban kendaraannya hilang dicabut Dishub DKI Jakarta sepertinya bakal terus bertambah. Dishub DKI menyatakan komitmennya akan terus menindak kendaraan yang parkir sembarangan dengan mencabut pentilnya sampai orang sadar. "Seterusnya (cabut pentil) sampai orang sadar. Kalau nggak sadar ya cabut terus," tutur Kadishub DKI Udar Pristono. Bila Anda setuju dengan Kadishub DKI Udar Pristono, pilih Pro!

 

PLTU Tanjung Jati B.

PLTU Tanjung Jati B.

Empat Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B (TJB), di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kesulitan membuang limbahnya, batubara. Jika tidak ada solusi, tahun depan PLTU bisa berhenti operasional. Demikian I Dewa Gede Ngurah Ambara, General Manager PT (Persero) PLN, PLTU TJB, saat dikonfirmasi lewat selulernya, Jumat (17/5/2013).
Tiap hari volume limbah batubara yang dibuang (keluar PLTU TJB) 1.000 ton. Semula diangkut dengan armada dump truk. Tapi distop warga, karena kendaraan itu dianggap merusak infrastruktur/jalan-jalan. Lalu, diangkut dengan tongkang dari laut, tetapi di-demo para nelayan. Dianggap merusak terumbu karang dan dikhawatirkan menciptakan polusi. Nelayan minta, limbah diangkut dengan kapal kargo guna mencegah kebocoran (limbah cair).
Kata IDGN Ambara, saat ini PLTU TJB punya area penampungan limbah seluas 16 Ha dan sudah digunakan selama 6 tahun. Kini tengah disiapkan penambahan lokasi baru, seluas 30 Ha. Medio 2014 sudah dapat digunakan. Diperkirakan dapat dimanfaatkan selama 10 tahun. "Jika limbah
tak bisa dibuang keluar, lokasi penampungan yang ada saat ini, hanya bisa bertahan setahun," jelasnya.
Berbagai Problem
Menurut IDGN Ambara, jika limbah tak bisa diangkut/dibuang keluar. Maka satu unit PLTU.TJB akan berhenti operasional dan Kabupaten Jepara gelap total. Unit-unit lainnya akan menyusul "off", bila problem kian berlarut tak teratasi. Limbah itu berupa "fly ash", "gypsum", "bottom ash", semula diambil gratis oleh pabrik semen (PT Holcim) dan "redi mix" pemroduksi batu beton. Karena armada angkutan mereka dilarang warga, pengambilan limbah PLTU.TJB berhenti.
Muspida Kabupaten Jepara khususnya jajaran Polres Jepara, prihatin. Sebab sejak PLTU TJB dibangun, berbagai problem muncul. Misalnya, medio Juli 2011, timbul problem uap garam yang disemburkan cerobong PLTU. Ratusan Ha sawah, ladang, dan kebun milik para petani sekitarnya, rusak parah. Keresahan petani mereda, manakala Muspida turun tangan dan PLTU TJB bersedia mengganti kerugian mereka.
Semua masalah lalu, sudah kita atasi. Kini yang di depan, masalah pembuangan limbah. Harus segera dipikirkan solusinya, agar tak berdampak merugikan semua fihak. Soal kerusakan jalan misalnya, diharapkan bisa segera diatasi, agar tidak terjadi stagnasi atas kelancaran angkutan limbah keluar dari PLTU.TJB. Demikian IDGN Ambara seraya minta pemberitaan yang ada, jangan sampai menimbulkan keresahan masyarakat.

 

Jokowi Khawatirkan Keberadaan Pipa Gas Berkarat di Proyek MRT Dukuh Atas

Jokowi Khawatirkan Keberadaan Pipa Gas Berkarat di Proyek MRT Dukuh Atas 

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) khawatir dengan keberadaan pipa-pipa gas yang sudah berusia puluhan tahun dan berkarat di dalam 'perut' Jakarta. Bahkan, kata Jokowi di lokasi pembangunan fisik stasiun MRT di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, terdapat pipa gas yang bisa menimbulkan bahaya.

"Itu yang di MRT, didekatnya ada saluran pipa gas, ngeri juga saya," kata Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013).

Jokowi mengatakan, seharusnya pihak PGN dan pihak terkait melakukan pendataan pipa-pipa gas yang tertanam di dalam perut Jakarta. Terlebih untuk pipa yang sudah berusia tua.

"Yang benar itu masuk dalam box besar jadi semuanya seperti pipa, kabel, fiber optik jelas letaknya. Jadi memang harus dibuatkan duckting," kata Jokowi.

Jokowi sendiri mengaku telah memerintahkan dinas terkait untuk membuat duckting, agar utilitas memiliki tempat yang aman. Pasalnya saat ini semua utilitas ditanam secara bersamaan di dalam tanah. Tentu saja ini bisa berbahaya jika ada penggalian yang mengenai salah satu utilitas.

"Saya sudah perintahkan untuk dibuat rencana seperti itu," ujarnya.

Kepala Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Andi Baso mengatakan, di dalam tanah Jakarta banyak tertanam pipa-pipa gas yang berusia puluhan tahun. Pipa-pipa gas tersebut seharusnya didata dan dirawat, terutama oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pemilik pipa gas tersebut.

Calon Anggota DPRD Kab. Jepara 2014


EMIEL RIFKY

Calon Anggota DPRD Kab. Jepara 2014

Calon Anggota DPRD 
Kab. Jepara 2014
 
VISI DPRD
Sesuai fungsi, tugas dan wewenang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk masa bakti 2014-2019 mempunyai  Visi : “ Terwujudnya pemerintahan Kabupaten Jepara yang demokratis, aspiratif, transparan dan akuntabel dalam tahapan mewujudkan kesejahteraan masyarakat”.
MISI DPRD
  1. Pengembangan implementasi nilai-nilai demokrat dalam kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan daerah;
  2. Peningkatan efektifitas penyerapan dan perumusan aspirasi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
  3. Pengembangan transparansi  penyelenggaraan pemerintahan daerah;
  4. Peningkatan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan  pemerintah daerah;
  5. Pengembangan berbagai Peraturan Daerah yang menjamin adanya kepastian hukum dan perlindungan serta ketertiban masyarakat;
  6. Peningkatan kapasitas lembaga Perwakilan Rakyat Daerah;
  7. Mendorong peningkatan profesional Sekretariat DPRD Kabupaten Jepara.
Membuka sekilas tentang Pemilu Legislatif Kab. Jepara masih Beberapa bulan lagi, tapi aroma para Calon Legislatif baik itu untuk DPR-RI/DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota sudah bermunculan. Bahkan partai-partai politik yang lolos untuk berkompetisi dalam Pemilihan Umum 2014 mulai membuka pendaftaran untuk siapapun orangnya yang memenuhi syarat sesuai UU No.8 Tahun 2012 pada pasal 51.
Beberapa Partai besar melakukan langkah-langkah untuk menggaet para Caleg yang mampu meraup suara atau bahkan ada cara berbeda seperti yang dilakukan oleh Partai Demokrat yang menerapkan pendaftaran caleg secara terbuka atau istilahnya berkoalisi dengan Rakyat umum atau dengan kata lain siapapun kita, masyarakat yang memenuhi syarat bisa mencalonkan dari Partai Demokrat. DPD Partai Demokrat Jawa Tengah bahkan sudah membuka pendaftaran dan mengumpulkan para Calegnya.
Namun dalam tulisan ini, ada sisi yang menarik untuk dibahas yaitu soal Caleg yang akan bertempur memenangkan suara untuk menghantarkan dirinya menjadi Wakil Rakyat. Sedikit melihat potret pemilu 2009, tentu masih ingat, tak sedikit Caleg masuk rumah sakit Jiwa atau bahkan terlilit hutang karena begitu besar uang yang keluar untuk biaya kampanyenya. Dalam bahasa sundanya,” Kalahkah buntung daripada untung, nu aya kalah lieur,” .
Bisa ditebak, kejadian demikian karena para Caleg memberhalakan uang, Uang buat mereka bisa meraup suara atau mungkin jalan pintas yang dtempuh untuk menjadi anggota Dewan. Betul, Uang dibutuhkan tapi tidak untuk membeli suara, sepakati hal itu dulu bagi para Caleg yang akan memperebutkan kursi wakil rakyat.
Banyak jalan menuju Roma, peribahasa itu begitu familiar ditelinga kita yang pada intinya menjelaskan banyak jalan untuk mewujudkan cita-cita tidak terkecuali menjadi Anggota Dewan. Jangan Pikir bahwa uang adalah segalanya, masih banyak faktor yang mempengaruhi untuk menjadi seorang wakil rakyat.
Setiap Caleg harus memiliki tanggungjawab moral, bahwa menyuap rakyat dengan kisaran puluhan ribu merupakan tindakan yang tidak menguntungkan demokrasi kedepan dan tidak akan mampu memberikan pendidikan Politik terhadap masyarakat.
Lantas, macam apa yang akan saya tulis untuk menjadi anggota Dewan? banyak sebenarnya tapi Ada hal prioritas yang ditulis secara garis besarnya untuk sedikit berbagi pemikiran.
Caleg harus kenal dengan daerah pemilihan, jangan menjadi seorang pemimpin perang yang bodoh yang berperang tanpa mempelajari area pertempuran. kalau perlu buat catatan jumlah desa, kecamatan atau kabupaten yang akan  didulang suaranya nanti. Catatan ini penting untuk mempetakan, jaringan anda untuk menjadi tim anda nanti saat kampanye. Setelah anda mendaftarkan diri ke partai pilihan anda tentukan tim inti dengan sistem kekerabatan seperti paman, mertua, sahabat, tetangga bahkan famili jauh. Ajak mereka yakinkan mereka untuk mencoblos anda saat pemungutan suara nanti.
Langkah Caleg tidak berhenti disini, apalagi goyang-goyang kaki di kursi goyang dengan memberikan tugas melobi warga terdekat dengan cukup mengutus mereka. Ada kerja politik, ada langkah yang harus dilakukan yaitu berkeliling di Dapil yang di pilih, luangkan waktu dengan berbincang dengan masyarakatnya, satu hal agar nyaman, ajak saudara, sahabat yang kenal daerah itu, lakukan dengan tertib, ikhlas dan sungguh-sungguh.
Setelah terjalin dengan warga disana terutama tokoh masyarakat ataupun preman sekalipun, bangun komunikasi secara terus menerus, sambil anda berpindah tempat ke daerah lain. “Saat anda melakukan berbincang dengan warga di dapil, jangan bicara dulu yang serius apalagi anda memperkenalkan diri untuk mencalonkan diri jadi wakil rakyat, apalagi berjanji setinggi langit. Bila anda lakukan, percayalah akan banyak oknum yang merampok anda atas nama bantuan yang pada akhirnya transaksional anda sumbang anda dapat suara,”
Bicaralah soal umum, komentari hal-hal yang ringan yang menjadi topik pembicaraan pada saat itu, dan tidak memaksakan pendapat anda, 10 kali anda mendengarkan, satu kali berpendapat. lakukan terus  sambil anda belajar memperluas wawasan tentan dunia politik hingga waktu  kampanye.
Setelah kampanye mendekat, mulailah anda bicara pelan-pelan untuk menyampaikan niat kepada orang yang dikenal baik di wilayah daerah pemilihan, yakinlah bahwa mereka akan menyambut antusias niat jadi Caleg.  setelah mengutarakan niat, bentuk koordinator diwilayah Dapil anda, tak perlu banyak yang penting tim yang dibentuk bekerja untuk melakukan pendekatan dengan keluarganya mulai dari kakak -adik, paman, mertua, kakak ipar, kakek atau nenek.
Bentuk jaringan seperti  sistem multi level marketing untuk mendeteksi sejauh mana pergerakan anda.Jangan lupa kunjungi jaringan per-jaringan dan lakukan tatap muka dengan suasana akrab dan santai, misalnya dengan acara makan bareng di Pantai atau ngeliwet di kebun atau hutan pinggir kampung. Tidak lupa, catat warga yang sudah ikhlas akan mencoblos anda yang dilakukan oleh koordinator wilayah terkecil Tim,misalnya di Desa.
Saat kampanye  tiba, pertanyaan selanjutnya adalah apa yang dijual supaya orang makin yakin anda pilihan terbaiknya. Menarik sekali dalam persoalan ini, menariknya, karena kalau  mau mendulang suara harus ada tawaran yang menarik buat warga tapi bukan dengan menyebar uang per-orang dikasih puluhan ribu agar mencoblos anda. Lantas apa yang di tawarkan?
Ada hal yang menarik ditawarkan, diantaranya dana aspirasi, biaya reses, dan penyisihan uang gaji 10 persen yang akan disalurkan secara bergiliran ke dapil dengan tujuan pemberdayaan. Soal pengaturan teknis, anda bisa susun dengan baik, Sangat bagus kalau melakukan kontrak politik dengan dapil.
Lebih bagus lagi cetak selebaran soal tawaran ini dan sebarkan kepada warga di dapil. Tidak hanya itu, Caleg harus menyiapkan sikap yang transfaran soal ini, bila perlu setiap penyaluran dana aspirasi, bawa wartawan dan berikan secara terbuka di forum yang terbuka juga. Berani? Lanjutkan bertempur menjadi Caleg, kalau tidak keputusan ada ditangan Caleg.
“Tanamkan dalam diri anda bahwa menjadi anggota dewan bukan untuk memperkaya diri, contoh Jokowi(gubernur DKI Jakarta) yang serba transfaran. Anda harus mengingat betul dalam hati anda yang paling dalam, jangan memperkaya diri, jangan menghianati kepercayaan rakyat  jadilah wakil rakyat yang amanah dan mampu menjadi pemimpin untuk warga di dapil anda,”
Selama kampanye, pemasangan Baliho tidak perlu yang besar cukup ukuran poster saja,namun selain foto Caleg, pampang juga tokoh di daerah tersebut lalu cetak dan jangan berlebihan, dan pajang di tempat strategis, lalu cetak juga striker tempel di rumah-rumah warga. Selama kampanye ini, Caleg  tetap memperhatikan jaringan yang bekerja.
“Jangan kampanye berlebihan, jadikan kampanye untuk memberikan pemahaman kepada warga tentang tawaran diatas kalau nanti menjadi wakil rakyat, jangan terlalu berlebihan untuk mennyampaikannya.  Jangan lupa ceritakan kesuksesan partai tempat anda bernaung terutama dalam memperjuangkan nasib rakyat,misalnya kalau caleg mencalonkan diri dari PDI Perjuangan,ceritakan soalkeberhasilan menggolkan  UU BPJS, dan Inisiator Penolakan BBM, ingat seberapa kuatnya anda, anda jangan lupa partai,”
“Kalau pada saatnya nanti setelah melakukan apa yang ditulis disini dan Caleg  tetap kalah, percayalah sesungguhnya Caleg itu menang, Hanya kalah karena sedikit suara, tapi calon wakil rakyat itu menang karena membuat sesuatu yang luar biasa untuk ditawarkan ke masyarakat, menang karena tidak membodohi dan memberikan pendidikan politik yang jelek. Sejarah akan mencatat, mudah-mudahan pada titik tertentu ada wartawan yang akan menulis sepak terjang Caleg seperti ini,”

PLTU Jepara Gunakan Teknologi Ramah Lingkungan

PLTU Jepara Gunakan Teknologi Ramah Lingkungan

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B, di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menggunakan teknologi paling mutakhir dan ramah lingkungan kata General Manager PT PLN Pembangkitan PLTU TJB Jepara Dewa Gede Ngurah Ambara.

"Hal itu, ditandai dengan digunakannya berbagai peralatan khusus, seperti Flu Gas Desulphurization (FGD) yang berfungsi menyerap kadar sulfur dari hasil pembakaran batu bara, sehingga kadar sulfur yang dikeluarkan oleh PLTU TJB menjadi rendah," ujarnya didampingi Manajer Engineering Karyawan Adji dan Deputi Manajer Lingkungan Agus Permana, di Jepara, Rabu (15/5).

Ia menegaskan, bahwa PLTU TJB merupakan satu-satunya pembangkit di Indonesia yang memiliki teknologi FGD.

Sedangkan dari sisi manajemen, kata dia, PLTU Tanjung Jati B sangat berkomitmen untuk menjaga kondisi lingkungan.

Komitmen tersebut, katanya, semakin ditingkatkan dengan diluncurkannya program e-green sebagai dasar komitmen operasional sehari-hari dari semua perusahaan yang ada di PLTU TJB.

Lewat program tersebut, kata dia, proses produksi diupayakan seoptimal mungkin, berupaya menciptakan lingkungan yang elegan di area kerja, kinerja yang bagu, pemberdayaan masyarakat, dan mempertahankan budaya saling dukung dalam proses kerja sehari-hari untuk mencapai kinerja yang bagus.

Health

More on this category »

Space Iklan

kabarpesat