Home »
Health
» Bayi Minum Susu dari Botol, Risiko Kerusakan Lambung Meningkat
Bayi Minum Susu dari Botol, Risiko Kerusakan Lambung Meningkat
Pemakaian botol saat memberikan susu pada anak sering menjadi
kontroversi. Salah satu alasan untuk tidak memakai botol kembali
terungkap, kali ini terkait dengan peningkatan risiko kerusakan lambung
pada bayi.
Para ilmuwan dari University of Washington mengungkap
bahwa bayi yang disusui dengan botol 2 kali lebih berisiko mengalami
Hyperthropic Pyloric Stenosis (HPS) dibandingkan yang menyusu langsung
di payudara. Temuan ini dipublikasikan di jurnal JAMA Pediatrics.
Risiko
HPS juga meningkat sesuai usia ibu. Bayi dari para ibu berusia lebih
dari 35 tahun memiliki risiko 5 hingga 6 kali lebih besar untuk
mengalami gangguan lambung yang kadang hanya bisa diperbaiki dengan
operasi ini.
"Dari posisi sebagai dokter, ini hanya satu dari
sekian banyak studi yang menunjukkan bahwa menyusui sangat penting bagi
kesehatan bayi baru lahir," kata Dr Jarod McAteer yang melakukan
penelitian ini seperti dikutip dari Healthday, Selasa (22/10/2013).
HPS
terjadi karena penebalan pada lapisan otot halus di bagian polyrus,
yakni saluran antara lambung dengan usus kecil. Pembedahan kadang-kadang
diperlukan untuk mengatasi gangguan ini.
Kondisi ini terjadi
pada sekitar 2 dari 1.000 bayi di seluruh Amerika Serikat, dan salah
satu pemicunya adalah kerusakan usus. Bayi-bayi biasanya mengalami
gangguan ini sejak usia 3-5 pekan.
Para ilmuwan dalam penelian
terpisah juga mengungkap adanya penurunan kasus HPS di Washington, dari
14 per 1.000 kelahiran pada 2003 menjadi 9 per 1.000 kelahiran pada
2009. Salah satu faktornya adalah meningkatnya jumlah ibu yang menyusui
bayinya, dari 80 persen pada 2003 menjadi 94 persen pada 2009.
Posting Komentar