Home »
Health
» Tiap Tahun, Karyawan Hamburkan Waktu Seminggu untuk Merokok
Tiap Tahun, Karyawan Hamburkan Waktu Seminggu untuk Merokok

Jam istirahat di tempat-tempat kerja tak cuma dimanfaatkan untuk makan,
melainkan juga untuk merokok bagi karyawan yang merokok. Bila ditotal,
dalam setahun bisa terkumpul waktu rata-rata seminggu untuk mengisap
asap tembakau.
Hasil penelitian terbaru dari Voucher Codes Pro
menunjukkan, setiap hari karyawan menghabiskan waktu rata-rata 45 menit
dari waktu bekerjanya untuk merokok. Dalam kurun waktu seminggu, waktu
tersebut bisa mencapai 4 jam bila diakumulasikan.
Para ilmuwan
pun membuat perhitungan untuk sehatuh, dengan mempertimbangkan hari
libur yang berlaku di kebanyakan tempat kerja. Dibandingkan karyawan
yang langsung kembali bekerja setelah makan, karyawan yang merokok dulu
bekerja rata-rata 7 hari lebih sedikit dalam setahun.
Hanya
sedikit, yakni 20 persen responden yang meyakini bahwa kebiasaannya
merokok membuat semangat kerjanya mengendur. Sedangkan bagi 46 persen
responden yang merupakan perokok, merokok diyakini justru meningkatkan
kinerja karena bisa meredakan stres.
George Charles, direktur
marketing dari Voucher Codes Pro menganjurkan para pengelola perusahaan
untuk berpikir ulang saat hendak menerima karyawan yang punya kebiasaan
merokok. Menurutnya, jumlah waktu yang dihamburkan untuk memenuhi
kebiasaan tersebut cukup berharga.
"Urusan mempekerjakan seorang
perokok tidak diragukan lagi memang kontroversial. Namun jelas ada satu
hal yang perlu dicermati dari hasil studi ini," kata Charles seperti
dikutip dari Daily Mail, Selasa (22/10/2013).
Para responden yang
disurvei mengatakan dalam sehari mengambil jeda istirahat sebanyak 6
kali untuk merokok. Masing-masing jeda istirahat butuh waktu rata-rata 7
menit 30 detik, kurang lebih sama seperti waktu yang dibutuhkan untuk
menghabiskan sebatang rokok.
Pemborosan waktu yang terungkap
dalam penelitian ini masih belum termasuk cuti atau izin sakit yang
diambil para perokok. Seperti diketahui, rokok bisa melemahkan daya
tahan tubuh dan dalam jangka panjang memicu berbagai penyakit kronis
seperti gangguan jantung dan kanker.
Posting Komentar