Ini Efek Negatifnya Kebiasaan Memukul Pantat Anak Sejak Kecil
Written By suaraonlineterkini on Selasa, 22 Oktober 2013 | 00.48
Untuk mendidik anak, orangtua kerap tega memukul pantat, menjewer, dan
mencubit anaknya. Padahal meski terlihat sepele, perlu diketahui jika
memukul pantat anak, misalnya, dapat meninggalkan dampak psikologis yang
mendalam bagi si anak.
Bayi Minum Susu dari Botol, Risiko Kerusakan Lambung Meningkat
Bayi Minum Susu dari Botol, Risiko Kerusakan Lambung Meningkat
Pemakaian botol saat memberikan susu pada anak sering menjadi
kontroversi. Salah satu alasan untuk tidak memakai botol kembali
terungkap, kali ini terkait dengan peningkatan risiko kerusakan lambung
pada bayi.
Para ilmuwan dari University of Washington mengungkap
bahwa bayi yang disusui dengan botol 2 kali lebih berisiko mengalami
Hyperthropic Pyloric Stenosis (HPS) dibandingkan yang menyusu langsung
di payudara. Temuan ini dipublikasikan di jurnal JAMA Pediatrics.
Risiko
HPS juga meningkat sesuai usia ibu. Bayi dari para ibu berusia lebih
dari 35 tahun memiliki risiko 5 hingga 6 kali lebih besar untuk
mengalami gangguan lambung yang kadang hanya bisa diperbaiki dengan
operasi ini.
"Dari posisi sebagai dokter, ini hanya satu dari
sekian banyak studi yang menunjukkan bahwa menyusui sangat penting bagi
kesehatan bayi baru lahir," kata Dr Jarod McAteer yang melakukan
penelitian ini seperti dikutip dari Healthday, Selasa (22/10/2013).
HPS
terjadi karena penebalan pada lapisan otot halus di bagian polyrus,
yakni saluran antara lambung dengan usus kecil. Pembedahan kadang-kadang
diperlukan untuk mengatasi gangguan ini.
Kondisi ini terjadi
pada sekitar 2 dari 1.000 bayi di seluruh Amerika Serikat, dan salah
satu pemicunya adalah kerusakan usus. Bayi-bayi biasanya mengalami
gangguan ini sejak usia 3-5 pekan.
Para ilmuwan dalam penelian
terpisah juga mengungkap adanya penurunan kasus HPS di Washington, dari
14 per 1.000 kelahiran pada 2003 menjadi 9 per 1.000 kelahiran pada
2009. Salah satu faktornya adalah meningkatnya jumlah ibu yang menyusui
bayinya, dari 80 persen pada 2003 menjadi 94 persen pada 2009.
Tiap Tahun, Karyawan Hamburkan Waktu Seminggu untuk Merokok
Tiap Tahun, Karyawan Hamburkan Waktu Seminggu untuk Merokok
Jam istirahat di tempat-tempat kerja tak cuma dimanfaatkan untuk makan,
melainkan juga untuk merokok bagi karyawan yang merokok. Bila ditotal,
dalam setahun bisa terkumpul waktu rata-rata seminggu untuk mengisap
asap tembakau.
Hasil penelitian terbaru dari Voucher Codes Pro
menunjukkan, setiap hari karyawan menghabiskan waktu rata-rata 45 menit
dari waktu bekerjanya untuk merokok. Dalam kurun waktu seminggu, waktu
tersebut bisa mencapai 4 jam bila diakumulasikan.
Para ilmuwan
pun membuat perhitungan untuk sehatuh, dengan mempertimbangkan hari
libur yang berlaku di kebanyakan tempat kerja. Dibandingkan karyawan
yang langsung kembali bekerja setelah makan, karyawan yang merokok dulu
bekerja rata-rata 7 hari lebih sedikit dalam setahun.
Hanya
sedikit, yakni 20 persen responden yang meyakini bahwa kebiasaannya
merokok membuat semangat kerjanya mengendur. Sedangkan bagi 46 persen
responden yang merupakan perokok, merokok diyakini justru meningkatkan
kinerja karena bisa meredakan stres.
George Charles, direktur
marketing dari Voucher Codes Pro menganjurkan para pengelola perusahaan
untuk berpikir ulang saat hendak menerima karyawan yang punya kebiasaan
merokok. Menurutnya, jumlah waktu yang dihamburkan untuk memenuhi
kebiasaan tersebut cukup berharga.
"Urusan mempekerjakan seorang
perokok tidak diragukan lagi memang kontroversial. Namun jelas ada satu
hal yang perlu dicermati dari hasil studi ini," kata Charles seperti
dikutip dari Daily Mail, Selasa (22/10/2013).
Para responden yang
disurvei mengatakan dalam sehari mengambil jeda istirahat sebanyak 6
kali untuk merokok. Masing-masing jeda istirahat butuh waktu rata-rata 7
menit 30 detik, kurang lebih sama seperti waktu yang dibutuhkan untuk
menghabiskan sebatang rokok.
Pemborosan waktu yang terungkap
dalam penelitian ini masih belum termasuk cuti atau izin sakit yang
diambil para perokok. Seperti diketahui, rokok bisa melemahkan daya
tahan tubuh dan dalam jangka panjang memicu berbagai penyakit kronis
seperti gangguan jantung dan kanker.
Hari Raya Idhul Adha 1434 H
Written By suaraonlineterkini on Senin, 21 Oktober 2013 | 19.54
Hari Raya Idhul Adha 1434 H
Ikhlas Berkurban, Ikhlas Membayar Pajak
Hari Raya Idhul Adha baru saja berlalu. Idhul Adha biasa juga disebut
sebagai Hari Raya Kurban, karena di saat itu umat Islam menjalankan
salah satu perintahNya untuk melakukan penyembelihan hewan kurban.
Kurban sendiri berawal dari perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS
untuk membuktikan ketakwaannya dengan menyembelih Nabi Ismail AS, putra
yang telah lama ditunggu-tunggu kelahirannya. Ibrahim berhasil
membuktikan ketakwaannya dan Allah pun mengganti Ismail dengan seekor
domba. Luluslah Ibrahim AS dan Ismail AS dari ujianNya.
Berawal dari peristiwa itulah, umat Islam disunahkan untuk melakukan kurban. Mungkin bagi sebagian kalangan ibadah kurban dianggap
memberatkan, karena mereka harus menyiapkan dana yang cukup besar untuk
dapat membeli hewan kurban. Namun dengan keikhlasan, bahkan banyak orang
tergolong tidak mampu, berlomba-lomba menabung sehingga pada saat Idhul
Adha mereka dapat ikut melaksanakan ibadah kurban.
Banyak dimensi dari kurban
yang dapat kita petik hikmahnya selain dimensi keikhlasan, dimensi
sosial salah satunya. Dari sisi sosial, ibadah kurban bukan hanya
sekedar proses menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada yang
berhak saja, lebih dari itu, ibadah kurban dapat mempererat silaturahmi
antara golongan mampu, yang berkurban, dengan mereka yang tidak mampu,
mereka yang menerima kurban.
Sebagaimana kurban, yang merupakan perintah dan ibadah kepada Allah,
membayar pajak pun sesungguhnya juga merupakan salah satu bentuk ibadah
kepada Allah. Keduanya sama-sama memberikan manfaat kepada masyarakat
terutama mereka yang miskin. Bahkan dapat dikatakan dalam banyak hal
pajak merupakan bentuk aktualisasi strategis dari perintah Allah untuk
melakukan sedekah, zakat, maupun kurban. Membayar pajak pun membutuhkan
keikhlasan dalam melakukannya, sehingga tak lagi dirasa berat.
Setelah uang pajak terkumpul, negara akan memanfaatkan
uang pajak untuk membiayai pembangunan, Dengan semakin banyak rakyat
yang membayar pajak dengan benar, semakin banyak uang yang dimanfaatkan
untuk pembangunan.
Selain sebagai sumber pendapatan negara, pajak juga berfungsi untuk mewujudkan keadilan sosial, yaitu dengan cara melakukan distribusi
kesejahteraan. Hal ini dilaksanakan dengan menerapkan tarif pajak
secara progresif, yaitu mengenakan pajak dengan tarif lebih tinggi bagi
masyarakat yang berpenghasilan besar dan membebaskan pajak bagi yang
kurang mampu.
Setelah sadar bahwa pajak juga merupakan salah satu ibadah pada Allah, maka kita pun akan dengan ikhlas
membayar pajak. Terlebih dengan kesadaran bahwa membayar pajak pun
merupakan salah satu pengejawantahan dari sabda Nabi Muhammad SAW,
“sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia yang
lain”, niscaya membayar pajak tidak lagi memberatkan. Mari sempurnakan
ibadah kurban kita dengan membayar pajak secara benar. Selamat Hari Raya
Idhul Adha.
KH. Abdullah Gymnastiar
KH. Abdullah Gymnastiar

PROFILE
Nama Asli KH. Abdullah Gymnastiar Nama Panggilan Nama Populer Aa Gym Tempat/Tanggal Lahir , 1 Januari 1970BIOGRAFI
Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal dengan nama Aa Gym adalah seorang pendakwah, penyanyi, penulis buku dan penerbit, pengusaha dan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid yang terletak di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung. Cara dakwahnya yang unik dengan gaya teatrikal dengan pesan-pesan dakwah Islami yang praktis membuat Aa Gym dikenal.Namun, kepopulerannya dan bisnisnya mengalami penurunan ketika Aa Gym yang telah menikah dengan Hj Ninih Muthmainnah atau dikenal juga dengan sebutan Teh Ninih, sejak tahun 1988 dan telah dikaruniai tujuh anak melakukan poligami dengan menikahi Alfarini Eridani atau dikenal juga dengan sebutan Teh Rini pada bulan Desember 2006.
Usaha Aa Gym diantaranya :
- Pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid (DT) (1990)
- Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT (1994)
- Mendirikan penerbitan dan percetakan, swalayan dan mini market, warung telekomunikasi, dan lainnya di kantor Baitul Mal wat-Tamwil (BMT)
- Mendirikan Radio Ummat (1999)
- Mendirikan CV House and Building (HNB), PT MQs (Mutiata Qolbun Salim), PT Tabloid MQ, Asrama Daarul Muthmainnah 2000, Radio Bening Hati, dan membangun Gedung Serba Guna (1999)
Cabut Pentil Terus Sampai Pelaku Parkir Liar Sadar
Cabut Pentil Terus Sampai Pelaku Parkir Liar Sadar
Konvoi Mobil Sport Mewah yang Langgar Aturan Harusnya Ditilang!
Jakarta - Jumlah orang yang kebingungan
karena pentil ban kendaraannya hilang dicabut Dishub DKI Jakarta
sepertinya bakal terus bertambah. Dishub DKI menyatakan komitmennya akan
terus menindak kendaraan yang parkir sembarangan dengan mencabut
pentilnya sampai orang sadar. "Seterusnya (cabut pentil) sampai orang
sadar. Kalau nggak sadar ya cabut terus," tutur Kadishub DKI Udar Pristono. Bila Anda setuju dengan Kadishub DKI Udar Pristono, pilih Pro!
PLTU Tanjung Jati B.
PLTU Tanjung Jati B.
Empat Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B (TJB),
di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah,
kesulitan membuang limbahnya, batubara. Jika tidak ada solusi, tahun
depan PLTU bisa berhenti operasional. Demikian I Dewa Gede Ngurah
Ambara, General Manager PT (Persero) PLN, PLTU TJB, saat dikonfirmasi
lewat selulernya, Jumat (17/5/2013).
Tiap hari volume limbah
batubara yang dibuang (keluar PLTU TJB) 1.000 ton. Semula diangkut
dengan armada dump truk. Tapi distop warga, karena kendaraan itu
dianggap merusak infrastruktur/jalan-jalan. Lalu, diangkut dengan
tongkang dari laut, tetapi di-demo para nelayan. Dianggap merusak
terumbu karang dan dikhawatirkan menciptakan polusi. Nelayan minta,
limbah diangkut dengan kapal kargo guna mencegah kebocoran (limbah
cair).
Kata IDGN Ambara, saat ini PLTU TJB punya area
penampungan limbah seluas 16 Ha dan sudah digunakan selama 6 tahun. Kini
tengah disiapkan penambahan lokasi baru, seluas 30 Ha. Medio 2014 sudah
dapat digunakan. Diperkirakan dapat dimanfaatkan selama 10 tahun. "Jika
limbah
tak bisa dibuang keluar, lokasi penampungan yang ada saat ini,
hanya bisa bertahan setahun," jelasnya.
Berbagai Problem
Menurut
IDGN Ambara, jika limbah tak bisa diangkut/dibuang keluar. Maka satu
unit PLTU.TJB akan berhenti operasional dan Kabupaten Jepara gelap
total. Unit-unit lainnya akan menyusul "off", bila problem kian berlarut tak teratasi. Limbah itu berupa "fly ash", "gypsum", "bottom ash",
semula diambil gratis oleh pabrik semen (PT Holcim) dan "redi mix"
pemroduksi batu beton. Karena armada angkutan mereka dilarang warga,
pengambilan limbah PLTU.TJB berhenti.
Muspida Kabupaten Jepara
khususnya jajaran Polres Jepara, prihatin. Sebab sejak PLTU TJB
dibangun, berbagai problem muncul. Misalnya, medio Juli 2011, timbul
problem uap garam yang disemburkan cerobong PLTU. Ratusan Ha sawah,
ladang, dan kebun milik para petani sekitarnya, rusak parah. Keresahan
petani mereda, manakala Muspida turun tangan dan PLTU TJB bersedia
mengganti kerugian mereka.
Semua masalah lalu, sudah kita atasi.
Kini yang di depan, masalah pembuangan limbah. Harus segera dipikirkan
solusinya, agar tak berdampak merugikan semua fihak. Soal kerusakan
jalan misalnya, diharapkan bisa segera diatasi, agar tidak terjadi
stagnasi atas kelancaran angkutan limbah keluar dari PLTU.TJB. Demikian
IDGN Ambara seraya minta pemberitaan yang ada, jangan sampai menimbulkan
keresahan masyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)
Health
Space Iklan



